Operasi Hitung Bilangan Bulat
1. Negatif ditambah positif
Contoh : – 2 + 4 = ? (negatif 2 ditambah 4 = berapa?)
Contoh : – 2 + 4 = ? (negatif 2 ditambah 4 = berapa?)
Jadi,
– 2 + 4 = 2
2. Positif ditambah negatif
Contoh: 2 + (-6) = ? (2 ditambah negatif 6 = berapa?)
2. Positif ditambah negatif
Contoh: 2 + (-6) = ? (2 ditambah negatif 6 = berapa?)
Jadi, 2 +
(-6) = -4
3. Negatif ditambah negatif
Contoh : -3 + (-2) = ? (negatif 3 ditambah negatif 2 = berapa?)
3. Negatif ditambah negatif
Contoh : -3 + (-2) = ? (negatif 3 ditambah negatif 2 = berapa?)
Jadi, -3 + (-2) = -5
4. Positif ditambah positif
Contoh : 5 + 3 = ?
Jadi, 5 + 3
= 8
Kesimpulan :
Kesimpulan :
- Positif + Positif = Positif
- Negatif + Negatif = Negatif
- Positif + Negatif = pasangkan untuk membentuk nol, sisanya adalah hasil
- Negatif + Positif = pasangkan untuk membentuk nol, sisanya adalah hasil
Dengan membaca penjelasan di atas pastilah Anda sudah memahami bagaimana
caranya menyelesaikan soal-soal penjumlahan bilangan bulat. Untuk menguji
pemahaman marilah kita berlatih.
1). ( -8 ) + 5 = ....
2). 10+ ( - 7 ) =….
3). ( -4 ) + ( -4 ) =....
Sudahkah dicoba soal-soal di atas?? Cocokkan hasilnya dengan kunci jawaban berikut :
1). -3
2). 3
3). -8
1). ( -8 ) + 5 = ....
2). 10+ ( - 7 ) =….
3). ( -4 ) + ( -4 ) =....
Sudahkah dicoba soal-soal di atas?? Cocokkan hasilnya dengan kunci jawaban berikut :
1). -3
2). 3
3). -8
Agar lebih jelas perhatikan
ketentuan berikut ini:
- Bilangan positif + bilangan positif = bilangan positif.
- Bilangan negatif + bilangan negatif = bilangan negatif.
- Bilangan positif + bilangan negatif = bilangan positif atau negatif.
- Jika bilangan positif > bilangan negatif hasilnya bilangan positif.
- Jika bilangan positif < bilangan negatif hasilnya bilangan negatif.
Untuk Lebih Jelasnya perhatikan contoh berikut:
Hitunglah penjumlahan:
a. 4 dan 5
b. 5 dan (–2).
Penyelesaian:
a. Dari nol sebagai titik pangkal, kita melangkah 4 satuan ke kanan, dilanjutkan dengan 5 satuan ke kanan. Hasil penjumlahannya adalah jarak dari titik nol ke posisi terakhir, yaitu 9.
b. Dari titik nol kita melangkah 5 satuan ke kanan, kemudian melangkah 2 satuan ke kiri. Hasil penjumlahannya adalah 3.
Jadi, 5 + (–2) = 3
Baca selengkapnya: Sifat-sifat penjumlahan pada bilangan bulat
2. Operasi pengurangan bilangan bulat
Pengurangan sebagai penjumlahan
dengan lawan pengurangannya, misalnya:
1. 8 – 5 = 8 + (–5) = 3
Jadi, 8 – 5 = 8 + (–5)
2. –1 – 4 = –1 + (–4) = –5
3. 9 – (–5) = 9 + 5 = 14
Untuk lebih jelasnya perhatikan kaidah pengurangan pada bilangan bulat berikut ini!
Untuk setiap a dan b bilangan bulat berlaku:
1. 8 – 5 = 8 + (–5) = 3
Jadi, 8 – 5 = 8 + (–5)
2. –1 – 4 = –1 + (–4) = –5
3. 9 – (–5) = 9 + 5 = 14
Untuk lebih jelasnya perhatikan kaidah pengurangan pada bilangan bulat berikut ini!
Untuk setiap a dan b bilangan bulat berlaku:
- a – b = a + (–b)
- a –(–b) = a + b
- –a – (–b) = –a + b
- –a – b = –a + (–b)
3. Operasi perkalian bilangan bulat
Di Sekolah
Dasar, kalian telah mempelajari perkalian yang juga berarti penjumlahan
berulang.
Misalkan 5 x
4 = 4 + 4 + 4 + 4 + 4 atau a x b = b + b + b + ... + b (sebanyak a kali)
a. Perkalian Bilangan Bulat Positif dan Negatif
Perhatikanlah
contoh-contoh berikut ini:
1. 1 x (–5) = –5
2. 2 x (–5) = –10
3. 3 x (–5) = –15
4. 4 x (–5) = –20
1. 1 x (–5) = –5
2. 2 x (–5) = –10
3. 3 x (–5) = –15
4. 4 x (–5) = –20
5. 5 x (–5) = –25
Berdasarkan contoh-contoh di atas dapat disimpulkan bahwa hasil kali bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif adalah bilangan bulat negatif.
Berdasarkan contoh-contoh di atas dapat disimpulkan bahwa hasil kali bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif adalah bilangan bulat negatif.
Untuk setiap bilangan bulat a dan b selalu berlaku a x (– b)
= – (a x b).
b. Perkalian Dua Bilangan
Bulat Negatif
Perhatikanlah contoh-contoh berikut ini:
1. 3 x (–3) = –9
2. 2 x (–3) = –6
3. 1 x (–3) = –3
4. 0 x (–3) = 0
5. –1 x (–3) = 3
6. –2 x (–3) = 6
7. –3 x (–3) = 9
Dari contoh 5, 6, dan 7 di atas hasil kali dua bilangan bulat negatif adalah bilangan bulat positif.
1. 3 x (–3) = –9
2. 2 x (–3) = –6
3. 1 x (–3) = –3
4. 0 x (–3) = 0
5. –1 x (–3) = 3
6. –2 x (–3) = 6
7. –3 x (–3) = 9
Dari contoh 5, 6, dan 7 di atas hasil kali dua bilangan bulat negatif adalah bilangan bulat positif.
Untuk setiap bilangan bulat a dan b selalu berlaku (– a) x (–
b) = (a x b).
c. Perkalian Bilangan Bulat
dengan Nol (0)
Perhatikan perkalian berikut ini!
1. 5 x 0 = 0
2. –3 x 0 = 0
3. 0 x 2 = 0
Untuk semua bilangan apabila dikalikan dengan nol (0) hasilnya adalah nol.
1. 5 x 0 = 0
2. –3 x 0 = 0
3. 0 x 2 = 0
Untuk semua bilangan apabila dikalikan dengan nol (0) hasilnya adalah nol.
Untuk setiap bilangan bulat a selalu berlaku a x 0 = 0 x a =
0.
d. Unsur Identitas pada
Perkalian
Semua bilangan bulat bila dikalikan dengan 1 atau sebaliknya,
akan menghasilkan bilangan itu sendiri. Dalam hal ini 1 disebut unsur identitas
pada perkalian.
Misalnya:
1. 10 x 1 = 10
2. 5 x 1 = 5
3. –5 x 1 = –5
4. –3 x 1 = –3
Misalnya:
1. 10 x 1 = 10
2. 5 x 1 = 5
3. –5 x 1 = –5
4. –3 x 1 = –3
Untuk setiap bilangan bulat a selalu berlaku a x 1 = 1 x a =
a.
Baca
selengkapnya: Sifat-sifat perkalian pada bilangan
bulat
4. Operasi pembagian
bilangan bulat
Misalkan ditentukan p x 8 = 48. Untuk mencari nilai p dapat
dilakukan dengan dua cara yaitu:
a. Cara perkalian, yaitu dengan mencari suatu bilangan yang jika dikalikan dengan 8 hasilnya 48 di mana bilangan itu adalah 6.
b. Cara pembagian, yaitu dengan membagi 48 dengan 8, yang hasilnya adalah 6.
Dengan demikian, membagi 48 dengan 8 sama artinya dengan mencari suatu bilangan yang jika dikalikan dengan 8 hasilnya sama dengan 48 yang berarti 48 : 8 = 6 <=> 6 x 8 = 48.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa: pembagian merupakan operasi kebalikan dari perkalian, secara umum dapat dituliskan:
a. Cara perkalian, yaitu dengan mencari suatu bilangan yang jika dikalikan dengan 8 hasilnya 48 di mana bilangan itu adalah 6.
b. Cara pembagian, yaitu dengan membagi 48 dengan 8, yang hasilnya adalah 6.
Dengan demikian, membagi 48 dengan 8 sama artinya dengan mencari suatu bilangan yang jika dikalikan dengan 8 hasilnya sama dengan 48 yang berarti 48 : 8 = 6 <=> 6 x 8 = 48.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa: pembagian merupakan operasi kebalikan dari perkalian, secara umum dapat dituliskan:
a : b = c <=> b x c = a ; b ¹ 0
Bentuk a : b
dapat juga ditulis: a/b
Contoh
1. 30 : 5 = 6 sebab 5 x 6 = 30
2. 16 : (–4) = –4 sebab –4 x (–4) = 16
3. –10 : 5 = –2 sebab 5 x (–2) = –10
4. –8 : (–2) = 4 sebab –2 x 4 = –8
Dari contoh-contoh di atas dapat disimpulkan bahwa:
Contoh
1. 30 : 5 = 6 sebab 5 x 6 = 30
2. 16 : (–4) = –4 sebab –4 x (–4) = 16
3. –10 : 5 = –2 sebab 5 x (–2) = –10
4. –8 : (–2) = 4 sebab –2 x 4 = –8
Dari contoh-contoh di atas dapat disimpulkan bahwa:
- hasil bagi dua bilangan bulat positif adalah bilangan positif,
- hasil bagi dua bilangan bulat negatif adalah bilangan bulat positif,
- hasil bagi bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif atau sebaliknya adalah biangan negatif.
a. Pembagian Bilangan Bulat
dengan Nol (0).
Misalkan 5 : 0 = p <=> 0 x p = 5
Tidak ada satu pun pengganti p pada bilangan bulat yang memenuhi 0 x p = 5, sehingga dapat disimpulkan bahwa:
Tidak ada satu pun pengganti p pada bilangan bulat yang memenuhi 0 x p = 5, sehingga dapat disimpulkan bahwa:
Untuk setiap bilangan bulat a, a : 0 tidak terdefinisi
b. Pembagian Bilangan Bulat
oleh Nol (0).
Untuk pembagian 0 : 3 = n, adakah pengganti n yang memenuhi?
Perhatikan uraian berikut:
0 : 3 = n <=> 3 x n = 0
Pengganti n yang memenuhi 3 x n = 0, adalah 0.
Jadi, kesimpulannya adalah
Perhatikan uraian berikut:
0 : 3 = n <=> 3 x n = 0
Pengganti n yang memenuhi 3 x n = 0, adalah 0.
Jadi, kesimpulannya adalah
Untuk setiap bilangan bulat a, berlaku 0 : a = 0
Bulat Positif dengan
Bilangan Bulat Negatif
- 2 + (-8) = 2 – 8 = - 6
- 10 + (-5) = 10 - 5 = 5
- (-7) + (-15) = - (7 + 15) = - 22
- (-10) + 7 = 7 - 10 = - 3
- (-15) + 20 = 20 - 15 = 5
2. Konsep
Pengurangan Bilangan Bulat Positif dengan Bilangan Bulat Negatif
- 6 - 3 = 3
- 3 - 6 = - 3
- 4 - (-8) = 4 + 8 = 12
- (-5) - 8 = - (5 + 8) = - 13
- (-4) - (-7) = (-4) + 7 = 7 - 4 = 3
- (-10) - (-5) = (-10) + 5 = 5 - 10 = - 5
3. Konsep
Hitung Campuran Bilangan Bulat Positif dengan Bilangan Bulat Negatif
- (-4) + 12 - 5 = (-4) + 7 = 7 - 4 = 3
- 6 - (-4) + 15 = 6 + 4 + 15 = 25
- (-50) - (-25) + 45 = (-50) + 25 + 45 = (-50) + 70 = 70 - 50 = 20
- 250 + (-75) - (-125) = 250 + (-75) + 125 = 250 - 75 + 125 = 175 + 125 = 300
Soal – Soal Latihan !
1. 12
+ 7 =
2. 8
+ (-9) =
3.
(-5) + 11 =
4.
(-6) + (-4) =
5.
(-10) + 7 =
6. 9
+ (-11) =
7.
(-20) + (-11) =
8.
(-35) + 70 =
9. 81
+ (-25) =
10.
(-101) + 80 =
11.
(-2) - 5 =
12. 2
- 5 =
13. 2
- (-7) =
14.
(-5) - (-8) =
15. 20
- 10 =
16.
(-25) - 12 =
17.
(-66) - (-33) =
18.
215 - (-321) =
19.
(-77) - 45 =
20.
138 - (-122) =
21. 15
- 40 + 13 =
22.
(-70) + 50 - (-10) =
23. 14
+ (-15) - 21 =
24.
(-30) - 20 + 11 =
25. 13
+ (-11) - 20 =
26.
(-12) - (-30) + 50 =
27. 10
- 2 + (-11) =
28.
(-21) + (-20) - (-37 =
29.
(-200) - 31 + 50 =
30.
(-470) + (210) - 30 =
31.
325 + 23 - (-46) - 74 =
32.
(-178) - (-90) + 536 - 23 =
33.
(-289) + (-23) - (-287) + 67 =
34. 34
+ (-56) - (-212) + 45 =
35.
210 - 34 + 321 - (-341) +
32 =
CONTOH SOAL
DAN PEMBAHASAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT
Contoh soal
dan pembahasan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat untuk Sekolah Dasar
kelas 4 (untuk kelas 4 SD) karena pada contoh soal ini hanya menyajikan
dasar-dasar penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.
Mengingat
cara cepat :
a.
Jika
penjumlahan bilangan bulat positif dengan negative atau sebaliknya maka
hasilnya dikurangkan dan tandanya(positif/negative) mengikuti tanda angka yang
terbesar
Contoh :
-2 + 4 = 2
Penjelasan :
4 – 2 = 2, tandanya mengikuti tanda positif 4 katena angka yang terbesar
sehingga hasilnya adalah 2.
b. Jika kurang bertemu negative maka
menjadi tambah.
Contoh :
2 – (-4) = 2
+ 4 = 6
c.
Jika
penjumlahan negating dengan negative maka hasilnya negative dan dijumlahkan.
Contoh :
-2 + (-4) =
-6
Penjelasan :
hasilnya bertanda negative dan dijumlahkan 2 + 4 = 6, sehingga hasilnya adalah
-6
d. Jika mengurangkan positif dan
positif, maka bisa dibalik untuk lebih mudah mengerjakannya.
Contoh :
2 – 4 = -4 +
2 = -2
Penjelasan :
dibalik sehingga menjadi negative 4 positif 2, yaitu ditulis -4 + 2, kemudian
mengikuti aturan poin a.
1.
5 + 7 – 19 =
…
Jawab
5 + 7 – 19 =
12 – 19
= -7
2.
6 + (-8) – 7
= …
Jawab
6 + (-8) – 7
= -2 – 7
= -2 + (-7)
= -9
3.
-8 + (-11) –
(-7) = …
Jawab
-8 + (-11) –
(-7) = -19 – (-7)
= -19 +7
= -12
4.
-10 – (-7) +
5 = …
Jawab
-10 – (-7) +
5 = -10 + 7 + 5
= -3 + 5
= 2
5.
-22 – (-26)
+ (-19) = …
Jawab
-22 – (-26)
+ (-19) = -22 + 26 + (-19)
= 4 + (-19)
= -15
6.
21 + (-18) –
13 = …
Jawab
21 + (-18) –
13 = 3 – 13
= 3 + (-13)
= -10
7.
-51 + 43 –
20 = …
Jawab
-51 + 43 –
20 = -8 – 20
= -8 + (-20)
= -28
8.
-19 + 19 –
(-13) = …
Jawab
-19 + 19 –
(-13) = 0 – (-13)
= 0 + 13
= 13
9.
19 – (-13) –
26 = …
Jawab
19 – (-13) –
26 = 19 + 13 – 26
= 32 – 26
= 6
10. 51 + (-76) – (-47) = …
Jawab
51 + (-76) –
(-47) = -25 – (-47)
= -25 + 47
= 22
Tidak ada komentar:
Posting Komentar